Kenikmatan Kaldu Sumsum di Sampang

Apabila anda sedang berkunjung ke Sampang, Pulau Madura, pastikan anda menikmati kuliner khas Sampang yaitu Kaldu Sum-sum. Kaldu Sum-sum berukuran jumbo ini hanya bisa dijumpai di wilayah Tangklok, tepatnya di Depot Al-Ghozali, Jalan Diponegoro 34-A Sampang. Lokasinya hanya sekitar 5-10 menit dari alun-alun dan tugu Sampang arah ke kota Pamekasan, persis berada di sebelah kanan jalan.

Kaldu sum-sum ini dihidangkan bersama tempurung tulang sapi. Saat kaldu dengan tulang sapi yang sangat besar terhidang, terlihat di dalam tulangnya terdapat sum-sum yang gurih dan nikmat.

Uniknya lagi, sum-sum yang terletak di bagian dalam tulang dinikmati dengan cara disedot menggunakan sedotan. Jika kesulitan, anda dapat memasukkan sedikit kuah ke dalam tulang lalu disedot layaknya anda minum es teh. Sruuuupp… sum-sum yang lembut langsung masuk ke rongga mulut dengan rasa yang gurih dan berlemak.

Dalam seposi kaldu sum-sum, bukan hanya tulang dengkul sapi yang dihidangkan. Disertakan juga daging tetelan dan tulang muda yang menawarkan rasa yang berbeda. Satu porsi kaldu sum-sum disajikan dengan mangkuk besar yang membuat anda tidak bisa menolak untuk menikmatinya.

Apalagi dagingnya yang sangat empuk, sehingga anda mudah mengonsumsinya. Kaldu sum-sum semakin nikmat apabila dilengkapi dengan tambahan sambal dan juga jeruk nipis serta sepiring nasi putih panas.

Ada dua variasi harga dari kaldu sum-sum Depot Al-Ghozali. Satu porsi kaldu sum-sum biasa dijual dengan harga Rp. 45.000. sedangkan untuk yang special dibandrol dengan harga Rp. 60.000.

Untuk menu yang special ada bumbu tambahan yaitu Ramuan Khas Madura yang biasanya sangat disukai oleh para pecinta kuliner yang berkunjung ke tempat tersebut. Untuk pembelian yang dibawa pulang dengan jarak yang cukup jauh tak perlu khawatir, karena kaldu sum-sum diberi wadah khusus yaitu toples krupuk plastik supaya bisa lebih awet.

Pengelola depot Kaldu Sum-sum Al-Ghozali Sampang, Hj. Nur Hasanah, adalah anak dari Abah Ghozali yang sudah terkenal di kota Sampang. Kabarnya depot ini sudah ada sekitar 40 tahun. Sementara ini Abah Ghozali hanya mengawasi saja.

Pelanggannya bukan pejabat dari Sampang saja, melainkan hampir seluruh Jawa Timur pernah menikmatinya. Terlebih kantor-kantor besar atau perbankan di Sampang jika ada acara selalu memesan hidangan dari depot Al-Ghozali.

Dalam satu hari Hj. Nur Hasanah membuat rata-rata 100 porsi kaldu sum-sum. Dengkul-dengkul sapi sebagai bahan mentah untuk kaldu sum-sum, ia peroleh dari pedagang langganannya di pasar. Dibutuhkan rata-rata sekitar 30 dengkul sapi per hari untuk membuat 100 porsi kaldu sum-sum.

Agar memperoleh kaldu sum-sum dan daging empuk yang menempel di tulang sapi, perlu direbus rata-rata selama enam jam. Namun, berbeda dengan jenis sapi jantan muda yang hanya butuh merebusnya selama empat jam saja.

Depot Al-Ghozali buka mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB, tetapi puncak keramaian justru pada jam 12.00 WIB tepat pada jam makan siang. Khusus bulan puasa siang tutup, dan buka jam empat sore saat menjelang buka puasa. Sebelumnya saat sahur juga depot ini buka untuk melayani yang tidak sempat masak malam. Namun karena Hj. Nur Hasanah punya anak kecil-kecil, kini jelang sahur depotnya tidak buka.

Apabila anda tertarik, silahkan berkunjung ke depot Al-Ghozali dan nikmati sensasi menyeruput sum-sum yang tersembunyi di dalam tulang dengan sedotan. Sruuppp….

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *