Pesona Pantai Gili Genting di Sumenep

Gili Genting merupakan sebuah kecamatan dan pulau yang berada di sebelah tenggara Kabupaten Sumenep, Madura. Hampir seluruh dari penduduknya adalah suku Madura.

Sebagian besar masyarakatnya merantau ke Jakarta, Banten, Cirebon hingga Kalimantan. Mereka rata-rata membuka usaha toko sembako dan usaha lainnya. Sedangkan para pemudanya melanjutkan studi keluar pulau, diantaranya adalah Surabaya, Malang, Yogyakarta dan Jakarta.

Sebagai pulau kecil yang terpisah dari Pulau Madura, di sekeliling Gili Genting tentu merupakan pesisir pantai. Dari sekian banyak destinasi wisata pantai di Kabupaten Sumenep, Gili Genting merupakan salah satunya. Sebut saja Pantai Kahuripan dan Pantai Sembilan. Keduanya adalah pantai yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.

Dibandingkan dengan pantai-pantai yang ada di Sumenep seperti Pantai Lombang atau Pantai Salopeng, nama Pantai Kahuripan memang kalah populer. Namun pantai yang berada di Gili Genting ini jauh lebih alami dan jarang terjamah oleh wisatawan. Kecuali masyarakat setempat untuk sekedar jalan-jalan menikmati suasana pantai.

Wisatawan yang berkunjung ke pantai in akan disuguhi dengan formasi bebatuan yang unik di bibir pantai beserta hamparan pasir putihnya. Wisatawan dapat berkeliling pantai menikmati alunan arus ombak dengan menaiki perahu milik warga. Mereka mematok harga Rp 50.000 dengan kapasitas 10 – 15 orang.

Untuk menikmati keindahan alam Pantai Kahuripan dapat ditempuh dari Pelabuhan Tanjung, Saronggi, Sumenep. Dari pelabuhan kemudian dilanjut dengan perahu layar motor dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Tarif perahu untuk sekali jalan juga sangat terjangkau. Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 10.000, anda sudah dapat berlayar menuju Pulau Gili Genting.

Terdapat dua pelabuhan di pulau Gili Genting ini, yakni Pelabuhan Aeng Anyar dan Pelabuhan Bringsang. Jika memilih turun di Pelabuhan Aeng Anyar, wisatawan bisa menyewa jasa ojek seharga Rp. 20.000 untuk menuju Pantai Kahuripan. Sementara apabila turun di Pelabuhan Bringsang, wisatawan bisa mencari meminta warga setempat untuk mengantarkan ke Pantai Kahuripan.

Selain Pantai Kahuripan, ada Pantai Sembilan yang mulai ramai diperbincangkan banyak orang akhir-akhir ini. Pantai ini berbeda dari pantai pada umumnya, yaitu angka sembilan yang akan terlihat di bibbir pantai. Namun pola angka sembilan tersebut hanya akan nampak ketika air laut sedang pasang. Hal itu pula yang merupakan asal-usul pantai ini dnamakan dengan Pantai Sembilan.

Dahulu Pantai Sembilan merupakan sebuah pelabuhan kecil yang digunakan perahu-perahu penyebrangan yang menghubungkan Pulau Gili Genting dengan pulau lainnya. Namun kini Pantai Sembilan telah berubah drastis menjadi salah satu destinasi wisata baru di Sumenep.

Dengan adanya Pantai Sembilan sebagai pantai wisata, dapat membantu kondisi perekonomian masyarakat Gili Genting dan sekitarnya.

Jika cuaca cerah, pada sore hari wisatawan dapat bersantai di pinggir pantai sambil menyaksikan momen matahari tenggelam.

Sedangkan pada malam hari, khususnya hari sabtu malam minggu, Pantai Sembilan tidak kalah ramai dengan pantai ternama lainnya. Wisatawan akan dihibur dengan atraksi musik yang dipertunjukkan oleh pemuda dari Desa Bringsang.

Akses menuju Pantai Sembilan cukup mudah, karena akses utama untuk menuju Pantai Sembilan merupakan rute yang dilewati setiap harinya oleh masyarakat Madura, khususnya bagi warga Gili Genteng yang hendak ke Sumenep maupun sebaliknya.

Keberadaan dua pantai ini tentunya menambah daftar destinasi wisata di Kabupaten Sumenep. Dengan kemudahan akses dan apabila ke depannya ditunjang oleh fasilitas yang mendukung, bisa saja kedua pantai ini menjadi tujuan utama wisatawan untuk berlibur. Dan karena pantai ini terbilang masih alami, wisatawan yang berkunjung dapat ikut menjaga kelestarian alamnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *