Wisata Api Abadi di Pamekasan

Melakukan perjalanan wisata di Pulau Madura, apakah Anda sudah menyempatkan diri singgah di tempat wisata Api Abadi di Pamekasan? Tempat wisata Api Abadi dengan sebutannya “Api Tak Kunjung Padam” ini berada di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Letaknya sekitar 4 km sebelah selatan Kota Pamekasan, atau sekitar 1 km dari kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Lokasi perapian ini sendiri berjarak 800 meter dari jalur lalu lintas Jalan Raya Tlanakan.

Keunikan dari Api Abadi ini adalah, api yang cukup dinyalakan dengan menggali sedikit tanah, atau dengan korek api. Api memang akan mati jika diguyur hujan. Tapi setelah hujan reda, api dapat segera dinyalakan lagi meskipun lahan masih basah. Itupun tanpa perlu menambahkan minyak.

Asal Mula Tempat Wisata Api Tak Kunjung Padam

Jadi kalau menurut cerita orang-orang di sana Pamekasan, dahulu di daerah itu ada seorang pemuda, yang terkenal pandai dalam agama Islam dan ia ikut menyebarkan agama Islam di Desa Larangan Tokol. Pemuda tersebut bernama Hadaqi. Oleh penduduk sekitar, Hadaqi mendapat julukan atau “Ki Moko”.

Singkat cerita, Hadaqi alias Ki Moko mempersunting seorang gadis Palembang, dengan maskawin mata ikan yang kemudian berubah menjadi mutiara. Lalu, karena saat menikahi sang gadis hari sudah sangat gelap, Ki Moko lantas menancapkan pedangnya ke tanah, hingga muncullah api tak kunjung padam tersebut.

Masih menurut cerita itu, api dari sisa tancapan tadi telah menjadi titik-titik api yang membuat api tersebut abadi, menyala hingga sekarang. Kita boleh percaya, boleh juga tidak.

Fenomena Api Tak Kunjung Padam
Sekarang lokasi di sekitar “Api Tak Kunjung Padam” ini juga dijadikan lokasi perkemahan. Masyarakat atau pengunjung yang datang bisa menyaksikan pemandangan yang menakjubkan, yaitu api yang selalu menyala, sambil beristirahat, membakar jagung dan ikan yang dijual di sekitar kawasan.

Sepertinya menarik, ya? Asal dilakukan dengan hati-hati, api yang muncul tidak berupa api besar yang menyebabkan kebakaran. Jadi siapa saja bisa memanfaatkan nyala api. Bahkan, penduduk setempat ada juga yang memanfaatkannya dengan memasak nasi di lokasi itu.

Tapi mungkin hal ini masih sulit diterima oleh nalar kita. Bagaimana mungkin api yang diguyur hujan lebat bisa menyala lagi, hanya dengan menggali sedikit atau menyulut dengan korek api? Padahal kita tahu, sulit membakar benda atau media yang telah basah oleh air.

Jadi, rupanya atraksi dan cerita yang dipercaya penduduk setempat itu memang merupakan fenomena alam. Api bisa keluar dan menyala terus dari dalam tanah, diperkirakan karena tanah di lokasi itu mengandung gas belerang, sehingga mudah terjadi proses oksidasi. Berbeda sekali dengan tanah pada umumnya.

Tempat Rekreasi Api Tak Kunjung Padam di Pamekasan
Rupanya, tempat wisata Api Abadi itu bukan milik pemerintah setempat. Lahan di mana terdapat perapian itu ternyata milik perorangan, yaitu milik H. Ali sekeluarga. Diakui oleh beliau, bahwa kawasan ini milik keluarganya yang sudah diwariskan turun temurun. Kawasan wisata ini buka 24 jam nonstop, dengan tiket masuk Rp 10.000 per orang dan parkir kendaraan Rp 5.000. Pemda setempat juga sudah menerbitkan pemberitahuan yang dipasang di kawasan umum itu, bahwa segala pungutan atau retribusi di luar tanggungjawab Kabupaten Pamekasan.

Di kawasan wisata ini ada dua lokasi api abadi. Yang pertama disebut “Apoy Lake” (api laki-laki), yang kedua disebut “Apoy Bine” (api-perempuan).

Kawasan wisata “Api Abadi” di Kabupaten Pamekasan ini selalu ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan. Selain dapat menyaksikan api, di kawasan ini juga ada kios dan artshop. Bagaimana? Apakah Anda tertarik berwisata sambil melihat fenomena alam di sini?

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *