Wisata Kota Tua Kalianget

Bukti sejarah merupakan hasil perjuangan para pahlawan bangsa pada perang kemerdekaan melawan penjajah dan menjadi salah satu tonggak sejarah yang harus dijunjung tinggi dan terus dilestarikan.

Bangunan bersejarah itu seperti bekas benteng peninggalan belanda yang berada di pusat Kota Tua Kalianget, Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.

Kota Tua Kalianget merupakan salah satu kota modern pertama di Pulau Madura, kota ini dibangun pada masa VOC dan diteruskan oleh pemerintahan hindia belanda. Kalianget dikembangkan menjadi kota dikarenakan letaknya yang sangat strategis dan merupakan bandar pelabuhan tersibuk di Selat Madura.

Perlabuhan tertua di Sumenep adalah Perlabuhan Kertasada. Letaknya sekitar 10 km dari pusat Kota Sumenep. Ketika sumenep jatuh ke tangan VOC pada tahun 1705, VOC mulai membangun benteng yang terletak di Kalianget Barat.

Namun, dikarenakan posisinya yang kurang strategis dan berbatasan langsung dengan laut Selat Madura. Benteng tersebut urung dibangun, maka oleh masyarakat sekitar daerah dikenal dengan sebutan nama “Loji Kantang”.

Selain itu reruntuhan sejarah yang terdapat di Kota Tua Kkalianget khas Belanda masih berdiri kokoh berdiri menjadi daya tarik bagi wisatawan. Beberapa gedung-gedung tua peninggalan yang masih terdapat di kota tua kalianget antara lain:

1. Jam Dinding Tua di Pos Jaga (lonceng)

Saat ini lokasinya berada di pintu masuk sebelah timur pabrik garam. Di sana dapat dijumpai jam tua dan pos jaga yang sudah tua dan tidak terawat. Dahulu tempat ini berfungsi sebagai check point bagi seluruh karyawan pabrik garam yang keluar masuk pabrik untuk bekerja.
Dari corak bangunan dan kekhasan pada situs ini sangat kental sekali dengan nuansa belanda dan eropa. Terutama pada corak yang terpajang pada jam dinding dan bentuk bangunannya.
2. Gedung Pembangkit Listrik (sentral)

Terletak di pinggir jalan raya kalianget sebelah barat dari kantor Pusat PT. Garam. Bangunan ini memiliki arsitektur khas belanda yang sangat anggun. Kesan angker juga sedikit terasa jika melihat bentuk dari gedung tua ini. Konon, gedung ini sudah berdiri sejak tahun 1914. Awal berdirinya semua kebutuhan listrik semua rumah di lahan pergaraman mendapatkan pasokan listrik dari gedung ini. Namun menjelang 1980 pemakaian listrik untuk kegiatan produksi garam ini sudah beralih menggunakan pasoka dari PLN.

3. Lokomotif atau Lori

Lokomotif tua ini dulunya digunakan sebagai penarik kereta yang baerisi garam yang diangkut dari lading garam yang tersebar di pesisir selatan dan timur Kecamatan Kalianget.

4. Pelabuhan Kota Tua Kalianget

Dahulu pelabuhan ini lebih banyak digunakan sebagai tempat pengiriman garam ke luar sumenep maupun ke luar negeri. Pelabuhan ini juga merupakan jalur distribusi barang dagangan dari dan ke luar Sumenep. Sisa – sisa kejayaan pelabuhan ini masih beroperasi sampai sekarang.

5. Cerobong Asap Pabrik

Cerobong asap yang terbuat dari bahan campuran semen dan bata ini digunakan sebagai saluran limbah asap buangan dari kegiatan produksi garam. Pada zaman dahulu, bangunan dengan cerobong asap sangat popouler sebagai ciri khas bangunan Belanda yang tersebar di nusantara. Penggunaan cerobong asap dari bata ini dipakai karena dahulu belum ada cerobong asap yang terbuat dari pipa logam.

Kini benteng ini fungsinya berubah menjadi tanah pemeliharaan proyek pengembangan petani ternak kecil. Sementara itu di luar benteng pada bagian barat, terdapat sebuah tanah pekuburan Belanda yang ada sejak tahun 1993.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *